perempuan yang bicara perempuan
setelah semua kepadatan yang berjalan dalam kurun waktu 7 hari ini
setelah sedikit benturan di kepala yang entah kenapa sampai di relung hati
datang seorang teman kepada saya
teman saya perempuan yang meminta sedikit saran
bukan saran tapi yang tertangkap di otak saya, melainkan suatu doktrin yang sedikit terdengar memaksa
teman saya perempuan berbicara mengenai perempuan yang lain ..
tentang lekuk tubuh , dada berbelah , ataupun pantat seksi yang berisi
teman saya perempuan menceritakan tentang bagaimana indahnya orgasme dengan perempuan yang lain tersebut
entah, tapi mata nya begitu berbinar ketika menceritakan setiap detail yang dia pun juga memiliknya…
saya menghela nafas ketika dia bertanya kepada saya ..
apakah saya tidak mau mencoba sensasi yang sama ? daripada harus selalu menanggung tangis karena tekanan dari kaum pria..
saya terdiam sejenak , lalu dia menggenggam tangan saya..
saya takut, sedikit takut lalu melepaskan tangannya…
teman saya perempuan menunggu jawaban saya…
saya tidak akan pernah menganggap teman saya itu berbeda dari sebelumnya..
bagi saya teman selamanya teman walau bagaimanapun keadaanya..
dan saya tidak pernah keberatan menjadi teman seorang lesbian atau semacamnya
bagaimanapun saya tidak berhak melarang atau menyalahkan siapapun dan mencari sebab kemanapun..
itu sudah menjadi pilihannya dan saya tidak berhak menghakiminya
tema saya perempuan , saya tidak akan sama seperti dirimu ..
sesakit apapun atau berapapun tangis yang tumpah ruah ,
saya masih merindukan kehangatan seorang pria…
saya masih ingin menjadi seorang istri
dan saya masih ingin mempunyai keturunan dari rahim saya sendiri
dan benih nya tentu hanya bisa didapat dari seorang pria…
bagaimana dengan adopsi dan semacamnya ?
tidak ..saya masih ingin merasakan kebahagiaan terpenting bagi seorang wanita
saat melahirkan dan melihat anak saya tumbuh..
teman saya perempuan berdecak dan segera berlalu
untuk kali ini, pertama kali nya pendapat kita berbeda..
semoga ada pengertian di dalamnya …….





